Sepuluh Pertanyaan untuk Dua Ribu Sepuluh 01:54

Cerpen.

Satu. Kalau musim kemarau lagi-lagi lebih panjang dari musim hujan, bagaimana Pak Joni dan keluarganya menghadapi hari-hari yang panas tanpa air di rumahnya?

Dua. Ketika Nenek di ujung jalan terbatuk-batuk di depan rumahnya, akankah orang-orang diam saja sambil berpura-pura tak mendengar (walaupun batuknya memecah cakrawala) dan mereka lewat begitu saja seperti yang selalu terjadi?

Tiga. Mungkinkah orang-orang akan sembuh dari kebutaan mereka dan melihat dengan jelas bahwa tempat sampah begitu besar dan kosongnya sehingga mereka tak perlu lagi membuang sampah di selokan?

Empat. Setelah anak-anak itu pingsan dan muntah-muntah, apakah kepala sekolah di sekolah dasar persimpangan empat akan berhenti menghukum anak didik mereka, padahal anak-anak itu cuma terlambat dua menit?

Lima. Sedemikian menariknyakah berbisik-bisik di ujung jalan sampai para ibu lupa memandikan bayinya?

Enam. Mungkinkah bapak-bapak di pos ronda akan berhenti main kartu dan menonton televisi bersama anak-anak dan isteri mereka?

Tujuh. Apakah Tika lebih suka mencubiti adiknya sampai biru keunguan ketimbang bermain barbie?

Delapan. Karena anak kelima ibu itu sakit dan mereka tak punya rumah, mungkinkah pemilik rumah akan bersabar dan mengijinkan ibu yang sudah janda dan memiliki enam anak itu untuk tinggal walau hanya sebentar?

Sembilan. Apakah kasih akan punah dan menjadi legenda seperti halnya Dinosaurus?

Sepuluh. Apakah yang BISA AKU LAKUKAN untuk mereka?

5 comments:

tukangbakmi said...

Satu - ngomel-ngomel kepanasan di YM kaya salah satu teman kita
Dua - kirain shooting iklan obat batuk
Tiga - biar sampahnya mengalir sampai jauh
Empat - disiplin biar ga jadi mahasiswa pendemo anarkis
Lima - lah..acara gosip di tipi aja sehari 7x, mandi aja cuman 2 x sehari
Enam - nonton sinetron ga mutu? mendingan maen kartu minum kopi
Tujuh - soalnya kalo barbie dicubit ga ada suaranya...ga real
Delapan - yang punya rumah anak yatim piatu dengan 8 adik yang butuh makan,2 di antaranya sakit
Sembilan - ga akan, nanti dikloning dan dibikin taman kaya Jurassic Park
Sepuluh - mungkin sama seperti saya, menjadikannya bahan lawakan supaya tidak terasa berat di hati

Kupu-kupu said...

:)
kadang, menanggapi hal yang sensitif bagi hati dengan pilu, malah nambah kepiluan itu :D

ya, ya, ya, lawakan itu jadi penting untuk hal yang pilu ^^

tukangbakmi said...

Bener banget pi, ngeliat muka lu juga mengobati hati yang pilu..kaya liat lawakan soalnya.....^^

Kupu-kupu said...

makasi yaa ko ^^ (ngambil linggis, siap-siap jitak komin)

tukangbakmi said...

sama - sama pi ^^ (ngambil kampak, buat nangkis )

Post a Comment